Di sekolah sudah menjadi tradisi tiap tahun untuk menyelenggarakan pagelaran seni untuk mengisi nilai praktek seni di rapor. Kegiatan ini di bimbing oleh guru seni kami tercinta, Pak Priyo. Pak Priyo adalah satu-satunya guru seni di sekolah kami. Guru yang sangat nyentrik dan berseni. Tapi, semua guru di sekolah kami berseni meski bukan guru seni :D
Untuk tahun ini, pagelaran seni diselenggarakan sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda. Setelah sekian kali ganti lagu, akhirnya kami (XII PSIA 5) memilih lagu Kolam Susu dari Koes Ploes untuk kami tampilkan dihadapan para guru dan teman-teman seangkatan. Kerja keras dimulai...
Kami mulai memilih siapa saja yang menjadi panitia perlengkapan, property, drama dan perkusi. Ketua panitia perlengkapan adalah Redhi, ketua panitia property adalah Tatik, dan ketua Perkusi adalah Acik. Sedangkan yang lain sebagai anggota dan ikut membantu.
Seminggu sebelum penyelenggaraan pagelaran seni, kami mulai sibuk dengan memikirkan apa saja perlengkapan dan property yang dibutuhkan, skenario drama, dan komposisi perkusi. Setiap hari kami pulang sore dan hampir semua teman-teman membatalkan jadwal les mereka meski ada satu atau dua orang yang masih mengikuti les. Tapi tidak apa-apa, karena tidak ada yang memaksa untuk ikut serta dalam pengurusan pagelaran seni ini. Semuanya kesadaran diri sendiri.
Saya termasuk salah satu yang membatalkan jadwal les selama seminggu dan fokus terhadap pagelaran seni ini. Tanpa saya sadari, saya terlalu sibuk dengan tugas yang saya lakukan sampai saya lupa tentang keterbatasan kesehatan saya. Jadilah pada H-2 saya jatuh sakit dan tidak sekolah. Padahal saya berperan sebagai salah satu sutradara drama. Selama tiduran di kamar kos, saya tak berhenti memikirkan bagaimana nanti teman-teman saya latihan? Tapi kemudian saya buang jauh-jauh pikiran itu karena saya tahu bahwa teman-teman saya pantas untuk diandalkan.
Yang saya harapkan dalam kegiatan ini, bukan kalah menang atau jelek bagusnya penampilan kelas kami. Hanya kekompakan yang mungkin masih terlalu jauh untuk kami capai. Semoga dengan adanya kegiatan ini, teman-teman kelas termasuk saya diberi kesadaran bahwa kami adalah satu. Sehingga untuk kedepannya akan menjadi lebih baik karena dapat mengerti satu sama lain.
Akhirnya, semoga Tuhan menghendaki seperti apa yang saya dan teman-teman hendaki. Amin. Semangat



2 komentar:
Nice info,lanjutkan (^_^)
sip :)
Posting Komentar