Yak! Masih topik yang sama, yaitu lomba dalam perayaan HUT RI yang ke 65 di sekolahku. Kalo kemaren aku udah cerita soal lomba paling laknat yang pernah aku ikutin, yaitu lomba nangkep belut, kali ini lomba yang mau aku ceritain adalah lomba bola dan paralon.
Lomba ini, adalah lomba yang baru diadain di sekolahku tahun ini (aku udah cerita di postingan aku sebelumnya). Lomba ini juga merupakan lomba antar angkatan. Eh, pasti pada bingung yaa lomba bola dan paralon ini.. hihihi
Aku jelasin yah. Lomba bola dan paralon ini (aku gak tau nama lombanya apa, jadinya aku sebut aja lomba bola dan paralon) memerlukan 7 orang dalam 1 tim. Alat yang disediakan yaitu bola kasti, paralon yang panjangnya sekitar 1 meter yang udah di bolongin kecil-kecil dan diameternya agak lebih besar dari bola kasti, bak yang diisi air, dan ciduk atau gayung.
Cara mainnya, salah satu dari temen kita nutup salah satu ujung paralon (paralon dalam posisi tegak) dan yang lainnya berusaha nutupin lubang-lubang kecil yang ada di paralon dengan tangan mereka. Diperlukan sekitar 5 orang untuk menutupi permukaan paralon yang berlubang. Kemudian masukkan bola kedalam paralon. Salah satu teman kita memasukkan air kedalam paralon sampai bolanya naik keatas dan kita berhasil mengambil bola tersebut dari dalam paralon. Yang sulit, ketika air dimasukkan kedalam paralon, ada saja air yang keluar melalui lubang yang berusaha kita tutup tadi. Hasilnya, air gak akan sampe keatas permukaan paralon, dan bolanya gak bakalan bisa diambil kalo kita gak rapat nutupin lubag-lubang tersebut.
Oke, untuk lomba yang satu ini, aku juga gak ada pikiran mau ikut, dan gak pernah nyangka aku bakal ikutan lomba ini. Setelah aku selesai membersihkan diri dari lumpur akibat mengikuti lomba nangkep belut, aku balik lagi kelapangan dan duduk di pinggir lapangan sama temen-temen aku. Tiba-tiba, panitia ngumumin kalo lomba bola-paralon akan segera dimulai. Berhubung yang megang mic adalah Bertu (kapan-kapan aku cerita soal Bertu deh yaa) si pembuat onar versi cowok, dia dengan seenaknya menyebutkan nama-nama yang menjadi peserta lomba tersebut. Nah, disaat itulah namaku nan cantik ini tersebut dari mulut berbisanya. Apa boleh buat, sekali lagi demi nama angkatan! -.-”
Akhirnya aku turun kelapangan sama Putri, Heny, Ewis, Herza, Cindy dan Rike. Yang bertugas menutup salah satu ujung paralon adalah herza. Berhubung badan dia gak sempit (baca: lebar bangett), jadi kami negakin paralon itu diatas pahanya. Aku dan yang lainnya bertugas menutupi lubang-lubang kecil di paralon, dan Henny yang bertugas memasukkan air kedalam paralon dan mengambil bola. Untuk sesi pertama kami memenangkan pertandingan. Begitu pula dengan sesi yang kedua. Akhirnya, kami jadi pemenang.
Kalo aku perhatiin, kebanyakan tim lain kesulitan menahan air yang keluar dari bawah paralon karena yang nutup dibawah paralon gak rapat. Gak kayak tim kami, paha herza kan gede tuh.. jadi airnya gak lari kemana-mana. Heheheh... peace za J
Semestinya angkatanku berterimakasih pada Herza atas kemenangan kami dalam lomba ini. Hahaha
Setelah lomba bola-paralon ini, Herza jadi basah kuyup karena kesiram air. Tapi gak cuma dia sih yang basah, yang lainnya juga kok. Tapi basahnya dia tuh parah banget. Tapi gak papa lah ya, Za. Demi nama angkatan :D
Untuk perayaan HUT RI tahun ini, aku mau ngikutin lomba yang di rekomendasikan sama temen aku karena aku mikir kalo Agustusan tahun depan Insya Allah aku udah lulus (amin amin amin) jadi aku udah gak bisa ikut lomba disekolah lagi. Jadinya aku mau aja ikut lomba-lomba laknat nan memalukan itu. Hitung-hitung untuk menambah koleksi memori indah dimasa SMA lahh. Hehehe
Makasih banyak buat catuk (cantik satu) si Deboy.. dan makasih banyak buat Bertu yang udah ngasih kesempatan buat aku untuk merasakan asyiknya dipermalukan di tengah lapangan. Dan makasih juga buat temen-temen yang pada teriak-teriak mensupport kami waktu itu :*


